Detik.com News
Detik.com
Kamis, 05/09/2013 10:35 WIB

Seleksi Hakim Agung Tahap II, 42 Kandidat Lolos Seleksi Administrasi

Andi Saputra - detikNews
Seleksi Hakim Agung Tahap II, 42 Kandidat Lolos Seleksi Administrasi Gedung KY (ari/detikcom)
Jakarta - 42 Nama lolos seleksi administrasi calon hakim agung tahap II. Dalam seleksi jilid I, Komisi Yudisial (KY) meloloskan 12 nama ke DPR untuk dipilih menjadi hakim agung hingga pensiun di usia 70 tahun.

"Hasil seleksi administrasi calon hakim agung periode II tahun 2013 jumlah peserta yang lulus adalah 42 orang," kata juru bicara KY Asep Rahmat Fajar kepada detikcom, Kamis (5/9/2013).

Jumlah tersebut terdiri dari 30 melalui jalur karier dan 12 melalui jalur non karier. Dengan komposisi 8 orang calon bidang perdata, 29 bidang pidana dan 5 orang bidang TUN.

"Selanjutnya pada pertengahan September akan dilakukan seleksi kualitas bagi peserta yang lulus," lanjutnya.

Pada seleksi tahun 2013 jilid I, KY menetapkan 12 peserta lolos tes wawancara calon hakim agung dari 23 peserta. Peserta jilid II rencananya akan mengikuti fit and proper test di DPR secara bersamaan.

Berikut 12 nama-nama hasil seleksi jilid I tersebut:

1. Arofah Windiani
2. Bambang Edy Sutanto Soedewo
3. Eddy Army
4. Hartono Abdul Murad
5. Heru Iriani
6. Is Sudaryono
7. Manahan M. P. Sitompul
8. Maruap Dohmatiga Pasaribu
9. Mulijanto
10. Sudrajad Dimyati
11. Sumardijatmo
12. Zahrul Rabain


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%