detikcom
Rabu, 04/09/2013 20:00 WIB

Yusron: Pencalonan Saya Sebagai Dubes untuk Jepang Sejak 2004

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Adik kandung Yusril Ihza Mahendra, Yusron Ihza Mahendra, masuk di jajaran calon duta besar. Yusron rencananya akan menempati posisi sebagai Duta Besar Jepang. Dia tegas membantah ada deal politik terkait pencalonannya itu.

"Pencalonan saya sebagai Dubes Jepang tidak ada kaitan dengan deal apapun, baik deal pribadi atau deal politik. Apanya yang mau di-deal-kan?" kata Yusron kepada detikcom via pesan singkat, Rabu (4/9/2013).

Pria kelahiran Belitung, Februari 1958 ini mengatakan, amanat untuk menjabat sebagai Dubes Jepang sudah mulai diminta Presiden SBY sejak 2004 lalu sebagai bentuk kaderisasi.

"Hanya saja, hal itu tertunda-tunda karena berbagai hal. Jadi, pencalonan ini bukan hal yang tiba-tiba. Bahkan, sebuah penantian yang cukup lama," ujarnya.

Sejak penantian pergantian itu, Doktor Politik Ekonomi Internasional tamatan Universitas Tsukuba, Jepang, ini mengatakan dirinya bahkan harus menunggu tiga kali pergantian Dubes RI di Jepang,

Yusron berseloroh, pencalonan dirinya untuk wakil diplomatik di Jepang sebagai bonus. "Alhamdulillah, jika saya terkesan masih muda. Berarti ini bonus dan saya tidak boros dalam usia," selorohnya.

"Usia saya dan usia PM Abe atau PM Noda relatif dekat. Yang beda jauh adalah nasibnya. Kedua orang ini sudah menjadi PM dalam usia itu, sedangkan saya belum menjadi apa-apa," imbuh Yusron.



Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(ahy/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%
MustRead close