Detik.com News
Detik.com
Selasa, 03/09/2013 12:24 WIB

Hadang Penggusuran, Warga Ria Rio di Lahan 'Adam Malik' Pasang Kawat Berduri

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 2
Hadang Penggusuran, Warga Ria Rio di Lahan Adam Malik Pasang Kawat Berduri
Jakarta - Kondisi warga di Waduk Ria Rio memanas lagi. Warga yang menduduki lahan yang selama ini diklaim dimiliki Yayasan Adam Malik mulai memasang pagar kawat berduri mengantisipasi rencana penggusuran pada Rabu 4 September esok.

Kawat berduri dibentangkan di bangunan rumah warga dan fasilitas umum yang terletak di areal RT 02 hingga RT 07, Pedongkelan, Jakarta Timur, Selasa (3/9/2013).

Pagar kawat berduri menghiasi areal lahan seluas 2,1 hektar di sekitar Waduk Ria Rio yang diklaim milik Yayasan Adam Malik. Pemasangan kawat berduri itu disaksikan cucu Adam Malik, Gunajaya Malik.

"Kami melakukan hal ini untuk menjaga lahan milik kami yaitu Adam Malik seluas 2,1 hektar karena mendengar besok ada rencana penggusuran warga yang menempati lahan ini," kata Guna yang didampingi puluhan warga sekitar.

Menurut dia, pemasangan pagar itu juga demi kenyamaman warga dan keamanan warga. "Ini bukan bentuk perlawanan tetapi untuk menjaga lahan kami. Kami mempertahankan kenyakinan kami. Dalam hal ini, kami minta kesempatan untuk dialog, mediasi, bukan untuk digusur. Yang jelas ini adalah tanah milik kami. Atas dasar inilah kami pihak ahli waris Adam Malik perlu mempertahankan apa yang menjadi hak dan amanat," papar Guna yang mengaku memiliki bukti-bukti tersebut.

Warga mendukung pemasangan pagar kawat berduri tersebut. "Pak Adam Malik baik orangnya, kami boleh menempati lahan ini. Ini tanah milik Pak Adam Malik," ujar seorang warga.

Ketua RW 15 Abdul Gofur mengatakan warga yang menghuni lahan milik Yayasan Adam Malik tercatat tersebar di 5 RT yakni RT 2, RT 4, RT 5, RT 6 dan RT 7.Next

Halaman 1 2


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%