detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 07:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 03/09/2013 07:03 WIB

Sang Presiden NKOI

Oasis di Bekas Tanah Tukang Teluh

Kustiah - detikNews
Jakarta - Sebuah truk berukuran sedang memasuki halaman rumah nan jembar di Desa Leuwinanggung RT 01 RW 02, Nomor 19, Cimanggis, Depok. Di halaman kediaman superstar Iwan Fals itu, selain mesin giling berwarna kuning yang mondar-mandir meratakan jalan, ada beberapa pekerja yang tengah membongkar paving block.

“Sengaja dibongkar, mau diganti aspal hotmix biar lebih rapi,” kata Mitro, 40 tahun, dalam fokus majalah detik edisi 92. Dia adalah pengawas pekerja di rumah Iwan. Selain memperluas lahan tempat konser, ia menuturkan, para pekerja membangun mes dan tempat penjualan tiket. “Dah (sudah) mulai digarap dari dua tahun lalu, sih,” Mitro menambahkan.

Perluasan dan pembenahan di sekitar arena konser dilakukan karena animo masyarakat untuk menikmati hiburan di situ terus meningkat. Pada 2007, jumlah penonton yang datang mencapai 5.000 orang, padahal daya tampung ideal cuma 1.500 penonton. “Wah, kita kewalahan. Banyak yang pingsan,” ujar Mitro. Kini, dia optimistis jumlah penonton seperti pada 2007 bisa ditampung dengan leluasa.

Pembenahan sarana konser itu mungkin juga berkaitan dengan obsesi Iwan bersama tim manajemen Tiga Rambu, yang digawangi Rosana, dan putrinya, Annisa Cikal Rambu Bassae, untuk menjadikan Leuwinanggung sebagai pusat kebudayaan. Atau oasis baru di pinggiran Jakarta. Jadi, kelak seniman atau musikus mana pun bisa manggung di situ.

***

Tulisan lengkap Oasis di Bekas Tanah Tukang Teluh bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 92, 2 September 2013). Edisi ini mengupas tuntas Iwan Fals dengan tema Sang Presiden NKOI. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional ‘11 Nama di Panggung Idola’, Ekonomi ‘Melonggarkan Hattanomics, Sains ‘Radiasi Nuklir Fukushima, Gaya Hidup Bell’s Palsy Si Lucu Pengganggu Saraf’, rubrik Seni Hiburan dan review film R.I.P.D’, Sport ‘Starting Eleven Rode Duivels’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download diapps.detik.comdan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(iy/iy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%