detikcom
Senin, 02/09/2013 14:32 WIB

1 Polisi dan 2 Honorer Digerebek Saat Pesta Sabu di Asrama Polisi Gowa

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Bersama 2 temannya, anggota Ditpolair Polda Sulselbar Brigpol AA (46) tertangkap basah sedang berpesta sabu oleh anggota Unit Resmob Gegana Brimob Polda Sulselbar. Ketiganya diduga bagian dari sindikat pengedar barang haram.

Penggerebekan dilakukan asrama polisi Batang Kaluku Blok E no 17, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (2/9/2013), sekitar pukul 00.55 WIT. Ketiganya diamankan dari rumah Brigpol AA.

Saat digerebek, Brigpol AA kedapatan berpesta sabu bersama 2 orang, yakni WW (32) guru honorer SD 292 Bira, Bulukumba dan SK (26) pegawai honorer kantor Camat Bontomarannu, Gowa.

"Ketiganya diamankan saat melakukan pesta narkoba di rumah Brigpol AA. Barang bukti yang diamankan antara lain sabu seberat 0,12 gr, 1 buah bong, 1 timbangan digital. Diduga pelaku merupakan pengedar," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi saat dihubungi detikcom.

Anggota Resmob Gegana mengamankan sepucuk senjata super 7 dan amunisi ukuran 9 mm sebanyak 10 butir yang disimpan pelaku SK di bawah sadel motornya.

Menurut Endi, ketiga pelaku sebelumnya sudah dibuntuti beberapa hari sebelum penggerebekan dilakukan. Diduga ketiga pelaku bagian dari sindikat pengedar sabu yang kerap beraksi di sekitar wilayah Makassar dan sekitarnya. Ketiganya saat ini diamankan di markas Tim Gegana Brimob Polda Sulselbar.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mna/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%