Detik.com News
Detik.com
Senin, 02/09/2013 11:29 WIB

4 Perang Urat Syaraf AS vs Suriah

Rachmadin Ismail - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 2 dari 5 Next »
4 Perang Urat Syaraf AS vs Suriah - 2
Serangan Disambut Pelatuk Senjata

Amerika sempat berencana menyerang Suriah pada 29 Agustus lalu. Namun karena belum ada persetujuan kongres, rencana itu tertunda.

Meski begitu, empat kapal perang AS telah ditempatkan di wilayah Mediterania. Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan rudal-rudal penjelajah yang bisa menjangkau wilayah Suriah.

Menurut pejabat-pejabat pertahanan AS, jika pemerintah AS ingin mengirimkan pesan untuk Assad, maka aksi militer yang paling mungkin adalah serangan rudal Tomahawk, yang dilancarkan dari kapal di Mediterania.

Suriah menanggapi rencana ini dengan pernyataan keras. Perdana Menteri Suriah menyatakan pasukan militernya telah siap melawan.

"Angkatan bersenjata Suriah telah siap secara penuh. Jari mereka berada pada pelatuk senjata untuk menghadapi setiap tantangan atau skenario yang mereka (AS dan sekutu) akan jalankan," kata PM Wael Al Halqi.



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%