Detik.com News
Detik.com
Minggu, 01/09/2013 20:50 WIB

115 Imigran Gelap yang Hendak Menyeberang ke Australia Ditangkap di Garut

Mansur Hidayat - detikNews
Garut , - Sebanyak 115 orang imigran gelap asal Myanmar, Bangladesh dan Afrika ditangkap Polres Garut. Mereka diamankan di sebuah villa milik Hengky Hermawan (60) di Kampung Genteng, Desa Tanjung Jaya, Kecamayan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dadang Garnadi mengatakan selain 115 orang imigran gelap itu, pihaknya juga mengamankan 2 orang Warga Negara Indonesia, asal Cilacap dan Semarang Jawa Tengah.

"Jadi kita berhasil mengamankan 115 imigran gelap dan 2 WNI asal Jawa Tengah yang merupakan istri-istri dari warga Myanmar, " ujarnya, Minggu (1/9/2013).

Dari keterangan kedua orang WNI tersebut, kata Dadang, rombongan imigran gelap itu diberangkatkan dari Bogor, Jum'at (30/8/2013) kemarin pada pukul 19.00 WIB dengan menggunakan minibus.

"Namun identitas pembawa rombongan imigran tersebut sedang kami selidiki dari kedua WNI yang berhasil diamankan," ujar Dadang.

Dadang Mengatakan, dugaan sementara bahwa rombongan imigran gelap tersebut masuk wilayah Garut dengan tujuan pantai selatan Kabupaten Garut untuk menyebrang ke pulau Christmas Island Australia.

"Memang pantai Garut Selatan cukup dekat dengan pulau Christmas sehingga menjadi tujuan para Imigran untuk menyebrang," ucap Dadang.

(fjr/fjr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%