Sabtu, 31/08/2013 13:21 WIB

Gawat! Ribuan Hektar Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau Dijarah

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ilustrasi hutan Riau (Foto: dok. detikcom)
Pekanbaru - Perambahan kawasan lahan milik negara terjadi besar-besaran di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau. Oknum anggota dewan dan jurnalis diduga terlibat penjarahan lahan milik negara.

"Lebih dari 10 ribu hektar, kawasan TNTN di Riau kini dijarah ramai-ramai oleh masyarakat dan oknum anggota DPRD Riau, DPRD Kabupaten Pelalawan dan sejumlah oknum wartawan. Ini sama saja mereka sudah merampas harta negara, yang sejajar dengan korupsi besar-besaran. Kenapa hal ini dibiarkan terus menerus oleh Menteri Kehutanan," kata Direktur LSM Kemuning bidang lingkungan, Tommy Manungkalit kepada detikcom, Sabtu (31/8/2013) di Pekanbaru.

Tommy membeberkan sejumlah bukti kuat berdasarkan GPS yang dipantau di lapangan. Pencaplokan tanah negara untuk kawasan konservasi gajah itu sudah berjalan bertahun-tahun. Lahan-lahan tersebut dialihkan menjadi kebun sawit. Lebih parahnya, lahan untuk perkebunan sawit justru ada yang berada di zona inti TNTN.

"Perambahan secara besar-besaran ini kita duga dimodali para pengusaha sawit lokal dan dari Medan, Sumatera Utara. Mustahil masyarakat bisa menguasai lahan ratusan hektar yang membutuhkan modal ratusan juta untuk investasi kebun sawit. Maka cukonglah di belakangnya," kata Tommy.

Tommy juga blak-blakan soal keterlibatan oknum DPRD Riau dan DPRD Pelalawan termasuk oknum wartawan. Oknum-oknum ini disebut bisa menguasai lahan lebih dari 5.000 hektar.

"Kami punya bukti kuat atas keterlibatan oknum dewan dan wartawan. Mereka ini juga diduga didalangi cukong. Sekarang oknum tersebut mulai menjual lahan kebun sawitnya ke masyarakat. Tujuannya, bila terjadi penggusuran oleh pemerintah, rakyat akan menjadi tameng terdepan. Inilah cara oknum dewan dan wartawan tadi membentengi penguasaan lahan negara secara ilegal itu," kata Tommy.

Masih menurut Tommy, di kawasan TNTN malah sudah ada perkebunan sawit milik oknum dewan dan wartawan yang sudah bisa dipanen. Ini belum lagi oknum pemerintahan yang diduga turut terlibat.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%