Jumat, 30/08/2013 07:54 WIB

4 Misteri Tentang Bunda Putri di Kasus Suap Impor Daging

Rachmadin Ismail - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 5 dari 5 Berita Lainnya »
Luthfi Hasan Ishaaq
4. Bunda Putri Disegani Luthfi?

Saat penangkapan Ahmad Fathanah, Ridwan diminta Bunda Putri agar menghubungi Luthfi Hasan. Tujuannya meminta kejelasan apa masalahnya hingga Fathanah tertangkap.

Luthfi pun kemudian langsung datang ke rumah pengusaha perkebunan pinang ini. Di situ Luthfi menjelaskan permasalahan Fathanah adalah suap antara swasta dan swasta.

"Saya sudah cek, itu swasta ke swasta, tidak ada hubungannya dengan partai dan menteri," kata Ridwan menirukan penjelasan Luthfi.

Dalam rekaman percakapan yang diputar jaksa KPK, terungkap Bunda Putri adalah seorang pengambil keputusan.

"Sementara bunda yang mengkondisikan desicion maker, pekerjaannya kan lebih berat dibanding desicion maker karena harus kondisikan desicion maker," kata Luthfi kepada Bunda Putri di telepon.

"Bunda ini jam 10 ditunggu Dipo kan, sebelum dia ke JCC. Bun, nanti kita ketemu sama Mas Bud jam 2-an. Udah bunda nunggu di Grand Hyatt saja, supaya nggak usah kemana-mana. Kalau begini caranya, malas deh ngurus TPA-nya," keluh Bunda Putri kepada Luthfi.

(mad/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%