Detik.com News
Detik.com

Jumat, 30/08/2013 07:54 WIB

4 Misteri Tentang Bunda Putri di Kasus Suap Impor Daging

Rachmadin Ismail - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 5 dari 5 Berita Lainnya »
4 Misteri Tentang Bunda Putri di Kasus Suap Impor Daging - 5 Luthfi Hasan Ishaaq
4. Bunda Putri Disegani Luthfi?

Saat penangkapan Ahmad Fathanah, Ridwan diminta Bunda Putri agar menghubungi Luthfi Hasan. Tujuannya meminta kejelasan apa masalahnya hingga Fathanah tertangkap.

Luthfi pun kemudian langsung datang ke rumah pengusaha perkebunan pinang ini. Di situ Luthfi menjelaskan permasalahan Fathanah adalah suap antara swasta dan swasta.

"Saya sudah cek, itu swasta ke swasta, tidak ada hubungannya dengan partai dan menteri," kata Ridwan menirukan penjelasan Luthfi.

Dalam rekaman percakapan yang diputar jaksa KPK, terungkap Bunda Putri adalah seorang pengambil keputusan.

"Sementara bunda yang mengkondisikan desicion maker, pekerjaannya kan lebih berat dibanding desicion maker karena harus kondisikan desicion maker," kata Luthfi kepada Bunda Putri di telepon.

"Bunda ini jam 10 ditunggu Dipo kan, sebelum dia ke JCC. Bun, nanti kita ketemu sama Mas Bud jam 2-an. Udah bunda nunggu di Grand Hyatt saja, supaya nggak usah kemana-mana. Kalau begini caranya, malas deh ngurus TPA-nya," keluh Bunda Putri kepada Luthfi.

(mad/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%