Detik.com News
Detik.com

Rabu, 28/08/2013 14:59 WIB

Dahlan Iskan: Direksi BUMN Main Golf di Hari Kerja akan Diberhentikan

Avitia Nurmatari - detikNews
Dahlan Iskan: Direksi BUMN Main Golf di Hari Kerja akan Diberhentikan
Bandung - Golf sedang menjadi sorotan setelah tersangka dugaan suap SKK Migas Rudi Rubiandini mengakui lobi-lobi dilakukan ketika bermain golf. Berkaca dari kasus tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan tegas melarang Direksi BUMN bermain golf pada hari kerja.

"BUMN sudah melakukan itu (melarang bermain golf). Artinya main golf pada hari kerja tidak boleh. (Larangan) itu sudah berlangsung," ujar Dahlan kepada wartawan usai menghadiri Seminar Kewirausahaan Bagi Guru dan Pelajar Madrasah dan Pesantren di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung. Rabu (28/8/2013).

Secara tegas, mantan Dirut PLN tersebut tak segan memberhentikan bawahannya jika terbukti bermain golf saat hari kerja.

"Kalau ada yang menemukan direksi BUMN main golf di luar hari libur, kita berhentikan. Itu semenjak kepemimpinan saya. Alasannya itu hari kerja dan tidak ada hubungan main golf dengan BUMN," tegas Dahlan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(avi/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%