detikcom

Selasa, 27/08/2013 17:46 WIB

Kisah Akil Mochtar, Ketua MK yang Lebih Doyan Panjat Tebing Ketimbang Golf

Rivki - detikNews
Hakim Konstitusi Akil Mochtar pimpin sidang MK.
Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mengatakan tidak ada yang salah dengan olahraga golf. Tetapi yang salah, jika arena golf itu dijadikan pejabat untuk ajang melakukan transaksi.

Sebelum menjabat hakim konstitusi, Akil yang pernah berprofesi sebagai pengacara kerap diajak kliennya untuk bermain golf. Tetapi dirinya memang tidak suka olahraga tersebut.

"Tidak pernah saya sampai sekarang. Saya dulu zaman jadi lawyer sering diajak tapi memang tidak mau," kata Akil di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Akil mengaku kalau dirinya lebih suka memilih olahraga panjat tebing. Alasannya, olahraga yang digelutinya itu banyak tantangannya.

"Saya lebih suka panjat tebing, makanya saya jadi ketua olahraga panjat tebing," imbuhnya.

Sebagai pucuk pimpinan konstitusi Indonesia, Akil menegaskan kalau ada hakim MK yang bermain golf dan bertemu pihak berperkara, sanksi pecat akan segera diberikan. Dia juga mengamini imbauan kalau pejabat negara tidak boleh bermain golf.

"Kalau ada hakim MK yang main golf ketemu pihak berperkara langsung kita pecat! Etikanya itu tidak boleh," tegasnya.

Terkait imbauan larangan main golf, Akil mengaku itu adalah dilema. "Karena kan olahraganya tidak salah, dan kalau tidak laku kan kasihan juga yang kerja, dan itu kan datangi pendapatan negara dari pajak," pungkasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%