Selasa, 27/08/2013 16:57 WIB

Turun di Gedung Sate, 3 Penerjun Payung Disambut Meriah

Tya Eka Yulianti - detikNews
Foto: Tya Eka Yulianti/detikcom
Bandung - Tiga penerjun payung ikut memeriahkan acara pembukaan Pekan Olahraga Pemprov Jabar (POR Pemprov) yang digelar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (27/8/2013). Atraksi penerjun payung dari klub penerjun payung Aves itu mendapatkan sambutan meriah para peserta.

Ketiga penerjun payung, yaitu Sangga Lelana, Dadang Satria dan Hani Setiaji. Mereka berangkat dari Mapolda Jabar dengan menggunakan helikopter dan turun dari ketinggian 4 ribu kaki diatas permukaan tanah.

"Atraksi seperti ini baru pertama kalinya dilakukan dalam kegiatan POR Pemprov yang sudah diselenggarakan ke-9 kalinya. Ini dilakukan sebagai dukungan POR Pemprov," ujar pembawa acara melalui pengeras suara.

Salah satu dari tiga penerjun, yaitu Sangga Lelana merupakan PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Jabar dan merupakan atlet nasional penerjun payung.

"Jam terbang Sangga Lelana sudah seribu kali melakukan terjun payung," tambah MC.

Sementara Hani Setiaji (59) adalah salah satu penerjun tertua di Indonesia yang sudah terjun selama 35 tahun dengan jam terbang penerjunan selama 6 ribu kali.

Ketiganya mendarat dengan mulus secara berurutan yaitu Sangga, Hani dan Dadang.

Riuh peserta terdengar saat ketigana terlihat diatas langit Gedung Sate. Saat mendarat, sorak dan tepuk tangan riuh terdengar karena ketiganya bisa tepat mendarat di lokasi yang ditentukan.

Atraksi terjun payung ini dilaksanakan di sela-sela de ville kontingen peserta POR Pemprov. Hingga saat ini, rangkaian acara pembukaan masih berlangsung.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tya/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%