Detik.com News
Detik.com
Selasa, 27/08/2013 11:54 WIB

Panglima TNI akan Dalami Kasus Penembakan di Komplek Menzikon TNI AD

Septiana Ledysia - detikNews
 Panglima TNI akan Dalami Kasus Penembakan di Komplek Menzikon TNI AD Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
Jakarta - Keributan antara pemuda terjadi di Komplek Menzikon TNI AD di Jalan Raya Bogor, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur mengakibatkan dua orang pelajar tertembak. Panglima TNI yang baru, Jenderal Moeldoko mengatakan akan meminta bawahannya untuk menyelidiki pertistiwa tersebut.

"Saya sangat prihatin. Kita akan dalami kasus ini untuk mengetahui siapa pelakunya," ujar Moeldoko sesuai mengikuti sidang paripurna di Nusantara II DPR RI, Selasa (27/8/2013).

Moeldoko mengatakan peristiwa ini harus menjadi keprihatinan kita bersama. Ia juga mengatakan, semoga nantinya pelaku penembakan dapat terungkap.

"Ini jadi atensi kita bersama dan atensi pada satuan. Dan karena saat itu peristiwa terjadi pada malam hari jadi agak susah teditek," ujar Moeldoko.

Keributan antar pemuda itu pecah pada Minggu (25/8/2013) sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat dari keributan tersebut, dua orang pelajar tertembak. Satu meninggal dunia dan pemuda lainnya terkena tembakan di paha kanannya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%