detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 27/08/2013 11:54 WIB

Panglima TNI akan Dalami Kasus Penembakan di Komplek Menzikon TNI AD

Septiana Ledysia - detikNews
Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
Jakarta - Keributan antara pemuda terjadi di Komplek Menzikon TNI AD di Jalan Raya Bogor, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur mengakibatkan dua orang pelajar tertembak. Panglima TNI yang baru, Jenderal Moeldoko mengatakan akan meminta bawahannya untuk menyelidiki pertistiwa tersebut.

"Saya sangat prihatin. Kita akan dalami kasus ini untuk mengetahui siapa pelakunya," ujar Moeldoko sesuai mengikuti sidang paripurna di Nusantara II DPR RI, Selasa (27/8/2013).

Moeldoko mengatakan peristiwa ini harus menjadi keprihatinan kita bersama. Ia juga mengatakan, semoga nantinya pelaku penembakan dapat terungkap.

"Ini jadi atensi kita bersama dan atensi pada satuan. Dan karena saat itu peristiwa terjadi pada malam hari jadi agak susah teditek," ujar Moeldoko.

Keributan antar pemuda itu pecah pada Minggu (25/8/2013) sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat dari keributan tersebut, dua orang pelajar tertembak. Satu meninggal dunia dan pemuda lainnya terkena tembakan di paha kanannya.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(spt/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close