detikcom
Senin, 26/08/2013 14:05 WIB

Hasil Audit Hambalang, Ini Kata Marzuki Alie Soal 15 Nama Anggota DPR

Rois Jajeli - detikNews
Jakarta - Ketua DPR RI Marzuki Alie mengakui dari hasil pemeriksaan audit BPK, ada diantara 15 nama anggota DPR yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenangnya di Proyek Hambalang. Diduga orang-orang itu yang memuluskan anggaran.

"Diantara 15 orang ada yang disebut-sebut mereka menyalahgunakan wewenang. Mereka-mereka yang menerima aliran," katanya di sela acara Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Chairul Tanjung di Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Mulyprejo, Surabaya, Senin (26/8/2013).

Marzuki menegaskan, dirinya tidak bisa menyampaikan apa saja hasil audit tersebut, termasuk siapa-siapa anggota DPR yang diduga terlibat melakukan pelanggaran pidana.

"Saya tidak boleh berbicara itu, karena laporan itu bukan dokumen publik dan itu secara tegas dinyatakan rahasia," tegasnya.

Politisi dari Partai Demokrat ini menerangkan, investigasi kasus Proyek Hambalang justru diminta oleh 15 anggota dewan tersebut.

"Jangan dilihat 15 orang ini terlibat kasus itu. Mereka bagian dari panja yang meminta BPK melakukan investigasi. Justru mereka membuka ini ingin membuktikan, apakah mereka terlibat atau tidak," terangnya sambil menambahkan, anggota dewan tersebut adalah mitra kerja di proyek Hambalang, yang melakukan pengawasan proyek tersebut.

"Audit ini diminta oleh mereka. Kami pimpinan menyampaikan ke BPK, kemudian BPK menyesuaikan tugasnya melaporkan kepada kami. Karena ada unsur pidana di sana, maka BPK menyerahkan laporan itu ke penegak hukum dalam hal ini KPK," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(roi/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%