detikcom
Minggu, 25/08/2013 10:51 WIB

Tolak Miss World, FPI Juga Minta Densus 88 Dibubarkan

Danu Damarjati - detikNews
Habib Rizieq (Foto: Danu/detik)
Jakarta - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Riezieq menegaskan dua poin utama hasil Munas III . Dua poin itu adalah menuntut pembubaran Densus 88 dan menolak diselenggarakannya Miss World.

"Kenapa kami menuntut Densus dan BNPT dibubarkan? karena Densus sering salah tangkap, salah tembak dan salah bunuh," kata Habib Rizieq dalam jumpa pers di markas FPI Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2013).

Habib Rizieq mengibaratkan anggota Densus 88 sebagai koboi berwatak jahat. Karena itu tuntutan pembubaran terhadap pemberantas pelaku terorisme itu, menurut Rizieq rasional.

"Densus 88 dan BNPT harus ditarik ke pengadilan HAM internasional. Mereka sudah melakukan pelanggaran berat terhadap HAM," imbuh Rizieq bersemangat.

Poin kedua hasil munas yang dianggap tak kalah penting, menyoal penyelenggaraan Miss World di Jakarta dan Bali. "Saya mengingatkan kepada pemerintah agar tidak memberikan izin penyelenggaraan Miss World," tutur dia.

Rizieq bahkan meminta pengurus dan kader FPI di daerah melakukan demonstrasi menolak ajang internasional tersebut.

"Kami ingatkan agar seusai milad, gelar demo di daerah masing-masing, agar mereka tahu kami tidak rela dengan miss miss maksiat dan kezaliman itu," ujarnya.




Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fdn/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%