Sabtu, 24/08/2013 17:45 WIB

Kampanye Pilgub Jatim

Pesona Jokowi Moncer di Situbondo dan Probolinggo

Moksa Hutasoit - detikNews
Situbondo - Joko Widodo memang dihadirkan oleh PDIP sebagai juru kampanye Pemilihan Gubernur di Jawa Timur. Namun bagi warga yang didatangi, kehadiran Jokowi tidak semata hanya sebagai jurkam saja.

Sabtu (24/8/2013), Jokowi menjadi juru kampanye di Bondowoso dan Situbondo. Di Bondowoso, Jokowi dan cawagub Said Abdullah mengunjungi pasar. Jokowi saat itu berkesempatan naik becak yang digenjot oleh Said.

"Kalau bukan pemimpin yang gengsian, nggak akan begitu," puji Jokowi kepada Said.

Di Lapangan Kapongan, Situbondo, Jokowi dan Said melakukan kampanye akbar. Jelang lokasi kampanye, cukup banyak ditemukan spanduk yang berisi ucapan selamat datang dan foto Jokowi yang memakai baju kotak-kotak.

Begitu juga saat Jokowi berada di panggung. Sambutan warga Situbondo terasa begitu hangat. Bahkan ada tiga orang warga yang sampai harus naik atap rumah demi melihat sang idola.

Belum lagi ketika mantan wali kota Solo ini turun panggung. Kerumunan warga yang ingin bersalaman membuat Jokowi kesulitan berjalan.

"Pak Jokowi, lihat ibu-ibu, akhirnya setelah dua minggu ditungguin, ketemu juga," kata salah satu pembaca acara melalui pengeras suara.

Jokowi dan Said kemudian melanjutkan perjalanan menuju Surabaya melalui jalan darat. Di Probolinggo, Jokowi sempat berhenti untuk salat.

Kesempatan ini juga digunakan Jokowi dan Said untuk blusukan ke Pasar Gotong Royong, Probolinggo. Ratusan warga kembali berebut untuk bisa mendekati Jokowi.

Bahkan salah seorang ibu-ibu senang bukan kepalang setelah bisa bersalaman dengan Jokowi. "Senang toh mas bisa salaman sama Jokowi, ajudannya saja sampai lepasin tangan saya. Wangi lagi tangannya," ujar ibu tersebut sambil menenteng belanjaannya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%