detikcom
Jumat, 23/08/2013 21:53 WIB

Rotasi Kejaksaan Agung, Dirdik Jampidsus Jabat Posisi Kajati DKI Jakarta

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) merotasi pejabat eselon II dan III. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi menyatakan pergantian jabatan sebagai bagian dari penyegaran dan pembinaan di lingkungan kejaksaan.

"Promosi dan mutasi ditandatangi oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Iskamto pada 22 Agusutus 2013," kata Untung di Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (23/8/2013).

Beberapa jabatan yang dirotasi dan dipromosi adalah posisi direktur, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati).

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Adi Toegarisman dipromosi sebagai Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) DKI, menggantikan Didiek Darmanto yang dipromosi sebagai staf ahli Jaksa Agung bidang pengawasan. Sedangkan, posisi Direktur Penyidikan akan ditempati Syarifudin yang kini sedang menjabat Kajati Sulawesi Tengah dan pernah menjabat sebagai Asisten Khusus Jaksa Agung.

Posisi Kajati Jateng yang dulunya ditempati Arnold Angkouw kini dijabat oleh Babul Khoir Harahap yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Lain (Dir TPUL). Arnold Angkouw sendiri dipromosi menjadi Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus).

Sedangkan Inspektur Intelijen pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Fitra Sani dipromosi menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen (Sesjamintel).

Nama-nama lain yang dipromosi adalah Karo Hukum pada Jambin Joko Paulus sebagai Kajati Jawa Barat menggantikan Soemarno yang dipromosi sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Khusus.

Kemudian, Kajari Jaksel Masyhudi dipromosi sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) pada Kajati Jateng, posisi Kajari Jaksel sekarang dijabat oleh Teguh. Kajati Sumsel Jhonny Ginting digantikan Ajimbar yang sebelumnya menjabat Kajati Lampung.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%