Jumat, 23/08/2013 13:20 WIB

Pekerja Warung Mi Aceh Tewas Dibunuh Pakai Tiang Bendera

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: Khairul Ikhwan/detikcom
Medan - Seorang pekerja di warung mie Aceh tewas setelah dianiaya dengan berbagai benda, termasuk tiang bendera yang masih dipasangi bendera. Tiga rekan kerja korban yang diduga sebagai pelaku, kini dalam perburuan polisi.

Korban Muhammad Isa (27) ditemukan di kamar mandi warung ‘Masakan Bu Aceh 2’ di Jalan Setia Budi, Medan sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (23/8/2013). Pemilik warung menemukan korban dalam keadaan tangan terikat dan leher dijerat dengan tali nilon dan seprei.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi dan tak lama petugas dari Polsekta Medan Sunggal tiba di lokasi kejadian. Kapolsekta Medan Sunggal AKP Eko Hartanto menyatakan, penyelidikan awal menunjukkan pembunuhan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

"Pelaku antara dua sampai tiga orang, yang merupakan rekan kerja korban. Pelaku melarikan diri dan membawa serta sepeda motor Suzuki Thunder milik korban," Eko kepada wartawan di lokasi kejadian.

Disebutkan Eko, Muhammad Isa yang sudah bekerja selama 14 tahun, memang tinggal di warung itu. Empat hari lalu, dua pekerja baru masuk, yakni Riski dan Akbar dan tinggal di warung itu juga. Selain itu, ada satpam yang berjaga di sana. Setelah kejadian, ketiganya menghilang, ini yang menguatkan dugaan ketiganya terlibat pembunuhan itu.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang dipergunakan untuk membunuh korban. Antara lain tiang bendera dari besi yang masih terpesang bendera merah putih di ujungnya, kemudian pecahan botol yang dipergunakan untuk menganiaya korban. Sementara mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%