detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 22/08/2013 17:35 WIB

2 Pesawat Pengebom Rusia Tiba-tiba Melintas, Jepang Kerahkan 4 Jet Tempur

Rita Uli Hutapea - detikNews
ilustrasi (AFP)
Tokyo, - Insiden menegangkan terjadi ketika jet-jet tempur Jepang dikerahkan untuk mengejar dua pesawat pengebom Rusia. Kedua pesawat asing tersebut tiba-tiba melintas masuk ke wilayah udara Jepang.

Kedua pesawat Tu-95 tersebut melanggar wilayah udara dekat pulau Okinoshima di Fukuoka, Jepang selatan hari ini. Kedua pesawat Rusia tersebut berada di wilayah udara Jepang selama hampir dua menit.

Akibatnya, militer Jepang pun langsung mengerahkan empat jet tempurnya untuk mengejar pesawat-pesawat Rusia itu hingga kemudian meninggalkan wilayah Jepang.

"Total empat pesawat F-2 dari Pasukan Pertahanan Udara dikerahkan untuk mengejar," kata pejabat Kementerian Pertahanan Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/8/2013).

Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan, pihaknya telah mengirimkan nota protes resmi ke kedutaan Rusia di Tokyo, Jepang atas pelanggaran wilayah tersebut dan menyerukan mereka untuk menyelidiki insiden tersebut. Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah Rusia atas insiden ini.

Sebelumnya pada Februari lalu, dua jet tempur Su-27 milik Rusia melanggar wilayah udara Jepang selama sekitar satu menit di atas wilayah pulau Pulau Hokkaido, Jepang utara. Itu merupakan insiden serupa yang pertama kali terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%