detikcom

Kamis, 22/08/2013 10:55 WIB

Hamdan Zoelva Resmi Jadi Wakil Ketua MK

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Hakim konstitusi Hamdan Zoelva terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2016. Terpilihnya Hamdan mengalahkan Patrialis Akbar dan dua orang hakim lain konstitusinya.

Pengucapan sumpah jabatan berlangsung di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2013). Beberapa karangan bungan ucapan selamat dari berbagai lembaga negara dan partai politik menyemarakan gedung tersebut.

"Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya dan seluruh hakim konstitusi mengucapkan selamat kepada Hakim Konstitusi, Hamdan Zoelva yang telah mengucapkan sumpah jabatanya 2013-2016," kata ketua sidang pleno pelantikan, Akil Mochtar.

Hamdan mengenakan baju hakim konstitusi berwarna hitam merah berdiri di tengah ruang sidang utama. Al Quran di atas kepalanya dan pengucapan sumpah disaksikan sejumlah tokoh penting yang hadir. Di antaranya adalah Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin dan Hajriyanto Tohari, Ketua DPD Irman Gusman, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Abbas Said, Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman, Jaksa Agung Basrief Arief dan mantan Ketua MK Mahfud MD.

Usai mengucapkan sumpah jabatan dan ditutup dengan doa. Sejumlah tamu undangan dan hakim konstitusi lainnya menyalami Hamdan. Ia akan menemani Akil Mochtar sebagai dua pucuk pimpinan.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(vid/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%