Rabu, 21/08/2013 22:00 WIB

Ini Kronologi Jatuhnya Bus Giri Indah di Cisarua

M Iqbal - detikNews
Bus Giri Indah masuk jurang (Hasan/ detikcom)
Cisarua - Bus Giri Indah terjun ke jurang di Cisarua, Bogor dan menewaskan 19 orang. Polisi merekam kronologi sementara detik-detik kecelakaan maut tersebut berdasarkan keterangan saksi.

Bus yang membawa rombongan jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) itu disopiri oleh Amin (40). Ia membawa serta seorang sopir cadangan, mekanik dan kondektur sehingga total kru bis 4 orang.

Berikut kronologi sementara kecelakaan maut bus Giri Indah yang disampaikan oleh Kanit Lantas Polsek Cisarua AKP Mashudi, di RSPG Cisarua, Bogor, Rabu (21/8/2013):

-07.00 WIB

Bus melaju dari arah Cianjur menuju Jakarta dengan kondisi yang kurang layak jalan karena speedometer tidak berfungsi. Sang sopir bahkan membawa seorang mekanik untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakan.

-08.00 WIB

Bus melaju dengan kecepatan masih normal dan tidak ugal-ugalan. Begitu tiba di jalan menurun yaitu sekitar puncak, tepatnya sekitar kebun teh di kampung pengasuhan kondisi bus mulai tak stabil. Sekitar 400 meter sebelum lokasi kejadian, kecepatan bus tiba-tiba bertambah.

-Pukul 08.10 WIB

Saat menyadari rem blong, sopir mulai tak bisa mengendalikan laju busnya, dan begitu tiba di jalan yang agak berbelok ke kiri, bus langsung menabrak carry pengangkut elpiji, motor dan warung yang ada di sebelah kanan.

Mobil pengangkut elpiji itu ikut terdorong ke dalam jurang yang terdapat aliran sungai. Bus jatuh kemudian terbalik. Saat itulah warga bahu membahu mengevakuasi penumpang dari dalam bus.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(iqb/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%