detikcom
Rabu, 21/08/2013 15:43 WIB

Diduga Gara-gara Tilang, Pos Polisi Dirusak Massa dalam Karnaval 17-an

Tri Joko Purnomo - detikNews
Foto: Tri Joko Purnomo/detikcom
Temanggung - Sekelompok orang mengamuk di pos polisi Polsek Pringsurat Temanggung, Jawa Tengah. Mereka melempari kaca pos hingga pecah berantakan. Diduga pemicunya masalah tilang.

Peristiwa itu terjadi saat karnaval peringatan HUT RI berlangsung, Rabu (21/8/2013). Sejumlah orang tampak bersitegang dengan petugas pos polisi. Kemudian perusakan terjadi.

"Mereka menanyakan sepeda motor yang ditilang. Katanya velg motornya dicopot dan dipinjamkan ke orang lain. Lalu mereka melempari kaca pos," kata pedagang makanan di dekat pos polisi, Nyonyan Sus.

Kapolres Temanggung AKBP Susilo Wardono membantah adanya penyerangan massa ke pos polisi. "Mungkin karena ada dorong-dorongan kena kaca. Pecahnya kecil," katanya.

Susilo membenarkan pos didatangi sekelompok orang soal kasus tilang. Pada 16 Juli 2013 lalu, petugas menilang seorang warga Pringit Pringsurat karena mengendarai motor yang tidak lengkap. Kemudian kasus itu disidang 15 Agustus.

Susilo menyatakan warga tidak bermaksud mendatangi pos polisi. Hanya karena bertepatan karnaval, warga datang menanyakan motor tersebut. Petugas sudah menjelaskan bahwa motor tidak bisa diambil karena memang tidak memenuhi persyaratan.

"Motornya prethelen. Kami sudah koordinasikan dengan pihak kelurahan, warga sudah mengerti," jelasnya.

Setelah kejadian, pos polisi sempat dijaga personel Dalmas. Menurut polisi, kasus itu sudah didamaikan.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%