Detik.com News

Rabu, 21/08/2013 14:58 WIB

Satu Tiang Layar KRI Dewaruci Patah di Perairan Australia

ABC Australia - detikNews
Jakarta - Kapal Perang Angkatan Laut KRI Dewaruci mengalami musibah dalam perjalanan ke Fremantle, Australia Barat, dan salah satu tiang layarnya patah.

KRI Dewaruci yang kini dijadikan kapal latih bagi Angkatan Laut Indonesia, sedang dalam perjalanan menghadiri konvensi kapal-kapal perang, ketika diterpa badai angin kencang di tengah samudera.

Menurut keterangan polisi setempat, Dewaruci diawaki 145 personil dan kadet dan mengalami musibah di titik 60 mil luat dari Pantai Shark Bay. Badai angin kencang sedang terjadi di area tersebut.

Para kru kapal mengirimkan sinyal pertolongan dan melaporkan kepada pihak berwenang Australia, mereka terpaksa melanjutkan perjalanan dengan mesin ke kota Geraldton.

Otoritas Maritim Australia (AMSA) menjelaskan, mereka telah mengontak awak KRI Dewaruci namun mereka menyatakan belum membutuhkan pertolongan segera.

KRI Dewaruci dijadwalkan tiba Fremantle 27 Agustus dan akan tinggal selama tiga hari.

Pihak Kadin Kota Fremantle, yang mengorganisir konvensi menjelaskan, 60 penumpang di KRI Dewaruci merupakan pemain drum band yang dijadwalkan tampil 28 Agustus di jalan-jalan kota itu.

Sejumlah kapal dengan tiang layar tinggi akan mengunjungi kota-kota pelabuhan sepanjang rute perjalanan ke Sydney.


(nwk/nwk)

  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%