Detik.com News
Detik.com
Rabu, 21/08/2013 01:32 WIB

350 KK di Waduk Ria Rio Direlokasi ke Rusun Komarudin

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Pemkot Jakarta Timur memutuskan untuk merelokasi warga Kampung Pendongkelan yang terkena imbas revitalisasi Waduk Ria Rio. Relokasi tersebut akan berjalan pada bulan November nanti.

"Hasil rapat Waduk Ria Rio dengan Pak Wagub, kita akan menertibkan mereka. Sebagai gantinya kita akan menyediakan rusun di Komarudin sambil menunggu renovasi selesai," ujar Walikota Jakarta Timur Krisdianto usai sosialisasi di Kecamatan Jatinegara, Selasa (20/8/2013).

Krisdianto mengatakan, total jumlah kepala keluarga yang tergusur dari revitalisasi Waduk Ria Rio dapat ditampung di Rusun Komarudin. Selain itu, pihaknya akan memberi sejumlah uang kontrak bagi warga yang terkena gusuran.

"Kita akan relokasi 350 KK ke Rusun Komarudin. Sementara menunggu renovasi selesai bulan November, mereka dikasih uang kontrak sebesar 1 juta untuk dua bulan," tuturnya.

Krisdianto menambahkan, warga yang direlokasi ke rusun tersebut akan dikenakan biaya sewa. Jika ditengah jalan mereka mengalihkan sewanya ke pihak lain, Pemkot Jakarta Timur akan menindak tegas

"Relokasi mereka hitungannya menyewa seperti biasa , kalau ada yang dialihkan akan kita keluarkan," kata pria yang dilantik Jokowi di dekat tempat penumpukan sampah di Pulo Jahe, Jakarta Timur, pada Kamis (21/12/2012) lalu.

"Itukan lahan pemda, kalau tidak mau akan tetap kita tertibkan. Sudah baik kita beri rusun dari pada tidak dapat apa-apa," tutup Krisdianto.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(dha/jor)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%