Senin, 19/08/2013 21:30 WIB

Fasilitas Wah di Waduk Riario Mulai Dibangun Bulan September

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Fasilitas baru di waduk Riario akan mulai dibangun September nanti. Demi kelancaran pembangunan ini, warga yang menduduki waduk tersebut akan dipindahkan.

Di atas lahan seluas 25 hektar, pemprov DKI akan mengubah wajah waduk Riario dari hanya ditumbuhi enceng gondok menjadi ruang terbuka hijau untuk masyarakat. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemprov DKI melalui Dinas Pertamanan menggandeng PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk bekerja sama membangun kawasan tersebut.

Dinas Pertamanan akan membangun taman kota di atas lahan sebesar 2 hektar di sisi barat, sedangkan PT Jakpro akan membangun sisi 14 hektar yang tersisa di sisi timur dan selatan kawasan tersebut. Pembangunannya akan dimulai di bulan September nanti.

Saat mengecek pengerjaan lahan hari ini, Senin (19/8/2013), Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan, wajah waduk ini akan lebih cantik dari waduk pluit. Hal ini karena didukung berbagai bangunan yang akan dibangun di pinggiran waduk.

2 Amphitheater, jogging track, taman budaya, gedung serba guna serta sebuah hotel siap dibangun di pinggir waduk seluas 9 hektar tersebut. Semua fasilitas ini sengaja dibangun karena melihat lokasi waduk yang berada di tengah kota.

"Ini lebih bagus, lebih bagus dari waduk pluit, salah satunya karena berada di tengah kota," kata Jokowi sambil menunjukkan masterplan Waduk Riario pada wartawan.

Untuk melancarkan pembangunan tersebut, warga yang menduduki sejumlah lahan dipinggir kawasan waduk pun akan direlokasi. Seperti lazimnya proses relokasi warga, pemerintah akan memberikan uang kompensasi pada warga yang ada di situ. Namun, Jokowi masih enggan menyebutkan nominalnya. Bahkan ia mengatakan jika ia tak ingin membahas relokasi warga karena ingin fokus pada pembangunan sisi barat oleh Dinas Pertamanan.

"Siapa yang mau ngasih Rp 1 juta, mulainya aja belum, bicara saja belum mau ngasih Rp 1 juta. Kita mau bicara Riario itu yang sebelah barat dan selatan, belum bicara yang ada pemukiman," kata Jokowi.

Pembersihan lahan akan dilakukan bersamaan dengan pengerukan waduknya di bulan September. Anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan waduk bisa mencapai Rp 1 triliun.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bil/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%