detikcom

Sabtu, 17/08/2013 04:01 WIB

Ini Motor Aiptu Kus Hendratna yang Ditembak di Pondok Aren

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Aiptu Kus Hendratna ditembak oleh dua pria misterius dekat Mapolsek Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dia ditembak saat mengendarai motornya menuju Mapolsek.

Motor yang dikendarai oleh Aiptu Kus bernopol B 6105 SAV. Motor bermerek Mahator Indonesia itu berwarna silver.

Kini motor itu terparkir di halaman Mapolsek Pondok Aren, Sabtu (17/8/2013). Di tangki motor, dan di beberapa bagian, ada bercak darah Aiptu Kus. Di whineshield motor itu terdapat baret. Sedangkan di stang kiri terdapat tanah.

Seorang rekan kerja Aiptu Kus mengatakan motor itu sehari-hari digunakan oleh sang polisi untuk patroli. "Dia sehari-hari pakai motor ini," kata anggota polisi yang enggan disebutkan namanya.

Dua orang tak dikenal yang berboncengan menggunakan Mio warna hitam, menembak anggota Mapolres Pondok Aren, Aiptu Kus Hendratna yang saat itu tengah berpatroli dengan sepeda motor. Lokasi penembakan di Jl Graha Raya, dekat Mapolsek Pondok Aren, Jumat (16/8) pukul 21.30 WIB.

Tak jauh dari arah belakang terdapat tim buser yang menggunakan mobil Avanza. Tim buser lantas melakukan pengejaran. Dan sekitar 500 meter dari lokasi penembakan, Bripka Ahmad Maulana yang mengendarai Avanza tersebut menabrak pelaku.

Dua orang pelaku jatuh. Sedangkan mobil Avanza yang dikemudikan Bripka Maulana terperosok ke parit. Namun salah satu pelaku segera bangkit dan menembak Bripka Maulana. Kedua pelaku lantas merampas motor seorang satpam yang kebetulan melintas. Mereka kabur ke arah Pamulang. Sedangkan Aiptu Kus dan Bripka Ahmad Maulana meninggal.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(trq/fjr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
60%
Kontra
40%