Detik.com News
Detik.com
Kamis, 15/08/2013 14:49 WIB

Polisi: Korban Pencabulan Pemuka Agama di Nganjuk yang Melapor 1 Orang

Tamam Mubarok - detikNews
Nganjuk - Polres Nganjuk baru menerima satu laporan dugaan tindakan asusila yang dilakukan pemuka agama di Nganjuk, Jatim berinisial AK (50). Pihak kepolisian menegaskan, tidak menutup kemungkinan, korban masih ada tapi belum melapor.

"Sejauh ini masih ada seorang korban yang melapor. Korban satu ini adalah putri kadungnya sendiri," kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Anton Prasetya, Kamis (15/8/2013).

Data yang diperoleh dari Polres Nganjuk, kasus yang dilakukan AK terhadap putri kandungnya ini dilaporkan pada 27 Juni 2013 lalu. Saat melapor, korban ditemani ibunya berinisial P.

"Saat melapor, korban ditemani ibunya," ujarnya.

Sementara Kanit Reskrim Polres Nganjuk Iptu Asful mengatakan, memang AK mempunyai 3 anak. Putri yang pertama, menjadi korban persetubuhan bapaknya sendiri. Namun dirinya belum mendapat laporan jika korban ada 3 orang.

"Memang tak menutup kemungkinan korbannya ada 3, itu informasi yang berkembang di masyarakat. Namun sementara ini yang melapor hanya seorang korban," kata Asful saat ditemui di ruangannya.

Asful mejelaskan, informasi yang berkembang di kalangan para tetangga Gus Put, korban tak hanya 3, namun 4 orang ditambah seorang kepokanannya. "Namun itu hanya isu yang berkembang di masyarakat," ujarnya.

Pihak kepolisian juga tak mendapati data resmi jikalau Gus Put mempunyai 3 istri. Namun lagi-lagi informasi yang berkembang, buronan polisi ini beristri 3.

"Istri sahnya hanya satu. Entah istri lainnya itu sah apa tidak belum diketahui," ungkapnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%