Kamis, 15/08/2013 13:17 WIB

Ini Penjelasan Ahok Soal 'Ahok Center' di Jakarta

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Sejumlah relawan dan simpatisan Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) membangun organisasi yang dinamai Ahok Center. Ahok membantah mendirikan dan meresmikan organisasi tersebut.

Menurutnya, organisasi itu hanya inisiatif relawan dan simpatisan yang kerap melaporkan masalah-masalah di Jakarta.

"Kita nggak pernah bikin Ahok Center. Itu adalah relawan-relawan waktu dulu, yang setelah mereka tahu kita mau bereskan rusun, ada masalah, relawan ini turun. Supaya tidak dianggap liar, mereka menulisnya Ahok Center gitu," kata Ahok di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013).

Ahok mengaku pernah menanyakan keberadaan organisasi ini, dan disebutkan Ahok Center hanya ingin membantunya membenahi Jakarta. Ahok menjelaskan dirinya tak pernah meresmikan Ahok Center.

"Saya nggak pernah resmikan. Saya tahu, mereka sebetulnya bukan mitra. Mereka turun ke lapangan untuk bantu laporan, SMS ke saya. Jadi Ahok Center itu nggak ada organisasinya, itu relawan-relawan yang buka pos di Juanda," ujar Ahok.

Ahok juga membantah Ahok Center mengelola dana dari CSR perusahaan. Sepengetahuannya, Ahok Center hanya bersifat mengawasi karena tak memiliki rekening tertentu untuk pembiayaan kegiatannya.

"Ahok Center nggak ada rekening bank dan tidak pernah terima duit. Semua bantuan kan bentuknya sumbangan teman-teman, BUMD, dan bentuk barang. Mereka cuma bantu mengawasi barangnya dicuri atau dijual nggak. Mereka nggak mau terima duit dan kita pun nggak pernah terima uang," kata suami Veronica Tan ini.

Mantan Bupati Belitung Timur ini meminta jika Ahok Center digunakan untuk meminta uang, maka segera dilaporkan padanya. Ancaman pidana pun bisa dikenakan.

"Kecuali kalau mereka mengatasnamakan Ahok Center buat minta-minta duit. Nah itu kita pidana kalau sudah ada laporan seperti itu," tutup Ahok.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(vid/nik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%