Kamis, 15/08/2013 12:45 WIB

Peredaran Senjata Api Gelap

Kisah Penjual Senjata Api Ilegal

Hardani Triyoga,Idham Khalid - detikNews
Halaman 1 dari 2
Polisi menunjukkan senjata api ilegal yang digunakan pelaku kejahatan
Jakarta - Petang menjelang di Pasar Ular, Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (14/8) kemarin. Sejumlah pedagang sudah mulai membereskan barang dagangan di kios mereka. Namun, pasar masih ramai pengunjung sehingga akses jalan di depan pasar menjadi macet.

Seratus meter dari hamparan kios ada warung kopi yang kain penutup jendelanya sengaja dibuka. Warung seluas 5 x 5 meter itu hanya ada beberapa tukang parkir Pasar Ular yang lagi istirahat sambil ngopi. Di belakang toilet di dekat cucian piring warung kopi, seorang pria duduk di kursi plastik sambil membersihkan senapan laras panjang jenis Remington Speedmaster dengan sapu tangan bekas.

Ia ditemani segelas kopi hitam yang baru dipesan yang sengaja ditaruh di rak piring. Sekali-kali ia mengelap barang dagangan itu dengan kaosnya yang berwarna hitam. Wajahnya santai dengan bibir yang menghimpit sebatang rokok. “Jangan sampai kelihatan (polisi). Bisa ketangkep nanti, kita tidak dapat duit deh,” kata warga kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja itu kepada detikcom, Rabu (14/8).



Pria itu mengaku bernama AN, 38 tahun. Ia sengaja nongkrong di warung kopi langganannya karena ada janji dengan pelanggan. AN mendapat pesanan senapan dari seseorang sejak tiga pekan lalu. Senapan seharga Rp 4 juta ini barangnya baru ada tiga hari setelah Lebaran. Dia mengaku mendapatkan senjata tersebut dari seorang kenalan di Tanjung Priok, atau Tangerang.

Meski sudah 2 tahun menjadi calo senjata api, AN selalu selektif memilih calon pembeli. Apalagi petugas intel kepolisian sering menyamar dengan sekedar bertanya. “Tentu saya pilih-pilih. Tahu lah saya kondisi aman, atau lagi tidak aman,” kata AN.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan, tidak semua orang diperbolehkan membeli dan memiliki senapan angin. Senapan angin hanya boleh dimiliki anggota Persatuan Menembak Indonesia yang mampu menunjukkan kartu keanggotaan pada saat ingin membeli. Penjual wajib melaporkan data pembeli tersebut ke kepolisian. Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(erd/erd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%