Rabu, 14/08/2013 14:16 WIB

Polisi: Kompol Albertus Tak Pernah Kontak Sisca Setelah Putus 2012

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Kompol Albertus Eko Budi mantan kekasih Sisca Yofie (34) sempat tersangkut dalam pusaran kasus pembunuhan. Bukan apa-apa, penyidik curiga karena menemukan foto dan surat cinta perwira yang bertugas di Polda Jabar itu di kamar kos Sisca.

Albertus sempat diperiksa Propam Polda. Namun belakangan, setelah pelaku Ade dan Wawan ditangkap, polisi memastikan tak ada kaitan Albertus dengan kasus itu.

Diketahui Albertus sudah menjalin asmara terlarang dengan Sisca selama dua tahun. Albertus sebenarnya sudah memiliki istri sah.

"Sejak 2010 itu Kompol A sudah kenal dengan almarhum (Sisca). Hubungan mereka berakhir 2012," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (14/8/2013).

Ia mengatakan, pacaran antarmereka berakhir tepatnya September 2012. "Setelah itu Kompol A tak pernah berkomunikasi lagi dengan almarhum," ucap Martin.

Martin menyebutkan, Kompol Albertus berdinas menjabat Kasubid Penmas di Mapolda Jabar sejak 15 Juli 2013. Sebelumnya Kompol Albertus betugas sebagai penyidik di Ditkrimsus Polda Jabar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bbn/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%