detikcom
Selasa, 13/08/2013 18:44 WIB

Ini Bukti Polisi Soal Kompol A Tak Terbukti Terlibat Pembunuhan Sisca

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 3
Bandung - Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno mengungkap soal indikasi adanya kedekatan spesial antara Kompol A dengan Sisca Yofie (34). Fakta itu berupa surat dan foto-foto antara Sisca dan Kompol A yang ditemukan di kamar indekos wanita berparas cantik tersebut.

Namun kasus tewasnya Sisca lantaran menjadi korban pembunuhan dan pencurian disertai kekerasan itu tidak ada kaitannya dengan Kompol A.

"Belum ada bukti dan fakta oknum polisi itu terlibat kasus ini," kata Sutarno sewaktu ekpos perkara Sisca di aula Mapolrestabes Bandung, Selasa (13/8/2013).

Saat Sisca tewas bersimbah darah dengan luka bacok dan terseret sepeda motor pada Senin (5/8/2013) lalu, polisi langsung melaksanakan pendalaman serta penyelidikan terhadap seluruh dugaan motif. Sutarno dan anak buahnya sempat menduga Sisca tewas lantaran motif dendam. Bahkan spekulasi awal ada keterlibatan orang dekat yang berasmara dengan Sisca.

Kecurigaan polisi makin terfokus lantaran di tempat indekos Sisca, Jalan Setra Indah Utara, Bandung, ditemukan surat-surat berisi curahan hati Sisca berisi sejumlah cerita soal hubungan asmara terselubung dengan seorang pria. Ternyata, pria itu oknum polisi yakni Kompol A.

"Ditemukan juga foto-foto bersangkutan (Sisca dan Kompol A). Ya, ada indikasi Sisca memiliki hubungan khusus dengan onum polisi berinisial A dan berpangkat Kompol. Oknum ini berdinas di Polda Jabar," ungkap Sutarno.

Adanya oknum perwira polri tersebut dalam sisi kehidupan Sisca, membuat Sutarno meminta petunjuk kepada Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius. Koordinasi pun dilakukan dengan Dirreskrimum Polda Jabar dan Kabidpropam Polda Jabar. Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%