detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 13/08/2013 16:10 WIB

Ini Penampakan 2 Pembunuh Sisca Yofie

Avitia Nurmatari - detikNews
Foto: Avitia/detikcom
Bandung - Polrestabes Bandung mengekspose kasus pembunuhan Sisca Yofie (34) yang menghebohkan. Selain menggelar barang bukti, polisi juga menampilkan dua tersangka.

Dua tersangka itu adalah Wawan dan Ade yang juga merupakan paman dan keponakan. Keduanya dikeler ke ruang jumpa pers di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Bandung, Selasa (13/8/2013) dengan pengawalan ketat. Mereka mengenakan baju tahanan warna oranye, memakai penutup wajah dan bercelana pendek. Dua polisi baret biru menjaga keduanya dari belakang.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada 5 Agustus 2013. Saksi mata yang melihat sebelumnya mengaku tidak menyangka bahwa yang diseret motor pelaku adalah manusia, saksi mengiranya manekin.

Pada Sabtu (10/8/2013), Ade yang mengaku telah melakukan penjambretan yang menyebabkan kematian korban di Lapangan Abra menyerahkan diri ke Polsek Sukajadi didampingi kakek dan paman. Berdasar keterangan Ade, polisi lalu menangkap Wawan yang tengah mengantar istrinya naik motor.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nrl/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close