Detik.com News
Detik.com

Selasa, 13/08/2013 16:10 WIB

Ini Penampakan 2 Pembunuh Sisca Yofie

Avitia Nurmatari - detikNews
Ini Penampakan 2 Pembunuh Sisca Yofie Foto: Avitia/detikcom
Bandung - Polrestabes Bandung mengekspose kasus pembunuhan Sisca Yofie (34) yang menghebohkan. Selain menggelar barang bukti, polisi juga menampilkan dua tersangka.

Dua tersangka itu adalah Wawan dan Ade yang juga merupakan paman dan keponakan. Keduanya dikeler ke ruang jumpa pers di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Bandung, Selasa (13/8/2013) dengan pengawalan ketat. Mereka mengenakan baju tahanan warna oranye, memakai penutup wajah dan bercelana pendek. Dua polisi baret biru menjaga keduanya dari belakang.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada 5 Agustus 2013. Saksi mata yang melihat sebelumnya mengaku tidak menyangka bahwa yang diseret motor pelaku adalah manusia, saksi mengiranya manekin.

Pada Sabtu (10/8/2013), Ade yang mengaku telah melakukan penjambretan yang menyebabkan kematian korban di Lapangan Abra menyerahkan diri ke Polsek Sukajadi didampingi kakek dan paman. Berdasar keterangan Ade, polisi lalu menangkap Wawan yang tengah mengantar istrinya naik motor.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrl/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%