Selasa, 13/08/2013 06:54 WIB

Kriminolog: Kasus Pembunuhan Sisca Yofie Tak Sesederhana Soal Perampokan

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Sisca Yofie (34) harus meregang nyawa dengan cara tragis. Dia diseret dengan motor sejauh 500 meter dan disabet kepalanya dengan benda tajam hingga tewas.

Polisi mengatakan berdasarkan pengakuan pelaku Ade dan Wawan, Sisca dirampok. Pelaku tidak sengaja lewat depan kosan Sisca Jalan Setra Indah Utara, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (5/8/2013) malam. Mereka melihat mobil yang dikendarai Sisca terbuka kemudian mencoba mencuri tas dan uang.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Mulyana W Kusumah mengatakan, kasus Sisca tidak semata-mata perampokan. Kemungkinan ada motif lain di balik tewasnya Branch Manager PT Verena Multi Finance tersebut.

"Tidak sesederhana itu kalau perampokan. Polrestabes Bandung harus mendalami motif dari pelaku pembunuhan itu," kata Mulyana saat berbincang dengan detikcom, Senin (12/8/2013).

Menurutnya, jika memang kasus ini murni perampokan dengan kekerasan, maka pelaku tidak akan mengambil risiko menyeret korban ke jalanan yang bisa dilihat oleh banyak orang.

"Karena semakin cepat mereka beraksi semakin baik, bukan malah menyeret korban pakai motor. Menghitung risiko agar tidak terdeksi," ungkap Mulyana.

Mulyana mengungkapkan pembunuhan Sisca bukan merupakan pembunuhan aksidental atau accidental killing, tetapi bentuk torture murder yaitu pembunuhan yang didahului penyiksaan dengan menyakiti korban secara fisik dengan kejam. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghukuman terhadap korban.

"Dalam hubungan itu, aktor utama pembunuhan merencanakan torture murder yang dilatarbelakangi oleh hubungan sosial yang sebelumnya dekat menjadi hubungan sosial yang buruk. Hingga akhirnya berpuncak pada eksekusi korban sebagai pelampiasan kemarahan laten," ungkap Mulyana.

Selain itu, menurut Mulyana kasus pembunuhan Sisca memberikan gambaran tentang kerentanan perempuan kelas menengah mandiri di kota besar yang berpotensi menjadi korban kekerasan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(slm/jor)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%