Detik.com News
Detik.com
Selasa, 13/08/2013 00:23 WIB

Ini Tahapan Konvensi Partai Demokrat

Moksa Hutasoit - detikNews
Ini Tahapan Konvensi Partai Demokrat
Jakarta - Mekanisme penjaringan Partai Demokrat memang belum ditentukan. Namun gambaran bagaimana proses konvensi itu berjalan sudah mulai terlihat.

Komite Konvensi akan mengundang para tokoh-tokoh yang digadang-gadang layak masuk. Nama-nama itu bakal diumumkan akhir bulan ini.

"Akhir Agustus akan diumumkan," kata Sekretaris Majelis Tinggi Jero Wacik di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (12/8/2013) malam.

Setelah tahapan itu, komite akan mulai memperkenalkan calon-calon yang ada. Mulai bulan September hingga akhir tahun ini juga akan diadakan wawancara.

"Sesudah itu sampai April akan ada debat," sambut Ketua Komite Konvensi Maftuh Basyuni di tempat yang sama.

Menurut Jero, sudah ada 11 nama yang menyatakan kesiapannya mengikuti konvensi. Namun Jero menolak memberitahu nama-nama itu. Termasuk kemungkinan Pramono Edhie Wibowo.

"Nanti komite yang akan seleksi persyaratannya segala macam," tegas Jero.

Bagi peserta dari parpol lain yang ingin ikut konvensi diharuskan nonaktif lebih dulu dari partai tersebut. Jika orang tersebut menang, dia diharuskan menjadi masuk Partai Demokrat.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/jor)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%