Sabtu, 10/08/2013 15:28 WIB

Kecelakaan Maut Antara Bus, Sedan dan 3 Motor di Banyumas, 6 tewas

Arbi Anugrah - detikNews
Kecelakaan di Banyumas
Banyumas - Kecelakaan mau terjadi di jalan raya Pageralang, Banyumas, Jawa Tengah. Sebuah mobil sedan bertabrakan dengan sebuah bus dan tiga buah motor, kedua kendaraan masuk kedalam jurang sedalam lima meter. Enam orang tewas.

"Saat ini baru enam yang diangkat, semua tewas," kata salah satu petugas lantas Polres Banyumas kepada detikcom, Sabtu (10/8/2013).

Menurut informasi yang dikumpulkan kecelakaan terjadi akibat bus Karya Sari dengan nopol AA 1654 CD jurusan Solo-Jogja, Purwokerto melaju kencang dari arah Banyumas hingga menabrak sebuah mobil sedan Corola dengan plat Z.

"Ada dua mobil dan tiga motor, tidak tertutup kemungkinan masih ada korban lainnya," ungkapnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, akibatnya kemacetan kendaraan tujuan Jakarta-Semarang dari arah Yogyakarta macet hingga tiga kilometer.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rvk/rvk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%