Sabtu, 10/08/2013 14:23 WIB

Abaikan Larangan, Pengunjung Tetap Lempari Orang Utan dengan Kacang

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Selain dilarang buang sampah sembarangan, pengunjung juga dilarang memberi makanan atau benda lainnya kepada hewan yang ada di Kebun Binatang Ragunan. Namun aturan tersebut tak diindahkan oleh beberapa pengunjung.

Sabtu (10/8/2013) siang nampak seorang pria tengah asik melempar kacang dalam kemasan ke kandang seekor orang utan. Tak hanya pria tersebut, pengunjung lainnya pun ikut melakukan hal serupa.

Nampaklah di depan orang utan itu tiga bungkus kacang dalam kemasan. Hewan asal Kalimantan itu pun membawa satu bungkus kacang yang belum dibuka berkeliling kandang dan meningalkan dua lainnya.

Larangan untuk memberi makan kepada hewan memang cukup mudah ditemukan. Hanya saja kurangnya petugas yang berjaga disetiap kandang membuat aksi ini masih kerap terjadi. Selain di kandang orang utan, ditemukan aksi serupa di sekitar kandang gajah.

Hewan yang dipelihara kebun binatang ini tentu saja tidak boleh asal mengkonsumsi makanan. Pengelola memiliki aturan yang jelas mengenai kapan waktu pemberian makan dan jenia makanan apa saja yang diberikan.

Misalnya orang utan, hewan yang biasa hidup di gunung, hutan dan rawa itu paling suka mengkonsumsi buah-buahan. Selain itu mereka juga biasa diberi pucuk-pucuk daun, bunga, kulit kayu, hingga serangga.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rna/rvk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%