Sabtu, 10/08/2013 14:08 WIB

Kecelakaan Arus Mudik Tahun 2013 Turun 33 Persen

Septiana Ledysia - detikNews
Ilustrasi (dok. detikcom)
Jakarta - Mabes Polri mencatat adanya penurunan kecelakaan pada arus mudik tahun 2013. Menurut Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto penurunan tingkat kecelakaan mencapai 33 persen.

"Dari data yang kita himpun dari H-7 sampai hari H jumlah kecelakaan ada 1598 kejadian. Dibandingkan dengan tahun 2012 dengan waktu yang sama kecelakaan yang terjadi sampai 2.377 berarti mengalami penurunan 33 persen," ujar Agus dalam rilis di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2013).

Agus mengatakan, dari jumlah kecelakaan pada H-7 sampai hari H di tahun 2013 sebanyak 331 orang meninggal dunia, 527 luka berat dan sebanyak 1.970 luka ringan. Untuk kendaraan yang terlibat kecelakaan lalin sampai hari H sebanyak 2.747 kendaraan.

"Masih didominasi motor dengan 1897 sepeda motor, mobil pribadi 424, Bis 109, barang 232. Kalau dibandingkan tahun lalu turun sekitar 25 persen, karena tahun lalu kendaraan yang terlibat sebanyak 3686," ujar Agus.

Agus mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi penurunan ini. Salah satunya dikarena infrastruktur yang ada sudah semakin memadai.

"Selain itu kesiapan pemerintah dalam persiapan sarana dan prasarana semakin baik, kesiapan aparat tertama di jalur yang dilintasi pemudik dan adanya kesadaran masayarakat yang tinggi oleh karena itu Kepolisian sampaikan terimakasih," imbuh Agus.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(spt/rvk)



Sponsored Link
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%