detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 09/08/2013 16:19 WIB

Korban Mercon di RSU dr Soetomo Meningkat 100 Persen, 1 Anak Tewas

Rois Jajeli - detikNews
Ilustrasi (dok. detikcom)
Surabaya - Korban mercon dan kembang api yang dirujuk ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya selama ramadan dan lebaran 2013 ini mengalami kenaikan 100 persen. Bahkan ada anak yang berusia 5 tahun harus merenggang nyawa.

"Sampai hari ini (H+2), korban sebanyak 26 orang. Kalau tahun kemarin 11 orang," ujar dr Urip Murtedjo Sp.B.KL, Jumat (9/8/2013).

Kepala IRD RSU dr Seotomo ini mengatakan, dari jumlah korban tersebut, sekitar 70 persen harus diamputasi bagian tubuhnya yang terkena ledakan mercon maupun kembang api.

Bahkan, ada 1 anak berusia sekitar 5 tahun, berasal dari Krian Kabupaten Sidoarjo, meninggal dunia, karena mengalami luka bakar terkena kembang api.

"1 korban meninggal dunia. Ada yang diamputasi tapi tidak seluruhnya. Ada yang bagian jarinya, ujung jarinya, tangan dan kaki. Juga ada yang terkena matanya dan mengalami luka bakar," tuturnya.

Urip mengaku miris dengan masyarakat yang tetap menyalakan mercon maupun kembang api, hingga menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

"Saya sedih kenapa masih ada masyarakat yang membakar rupiah (menyulut mercon dan kembang api). Lebih baik kan uangnya digunakan untuk yang bermanfaat," katanya.

Dari 26 korban ledakan mercon dan kembang api, kebanyakan berasal dari luar Surabaya seperti Sidoarjo, Pasuruan maupun dari Madura. Sedangkan korban yang berasal dari Surabaya, ada 5 orang.

"Terakhir kemarin pukul 24.00 WIB, anak berusia 10 tahun warga Kedinding Surabaya. Wajahnya luka bakar terkena kembang api," ujarnya, sambil menambahkan, petugas medis RSU dr Soetomo memberikan perawatan dan pelayanan yang prima kepada korban.

"Prinsipnya jangan ada kotoran di lukanya," jelasnya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(roi/rvk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%