detikcom
Jumat, 09/08/2013 16:19 WIB

Korban Mercon di RSU dr Soetomo Meningkat 100 Persen, 1 Anak Tewas

Rois Jajeli - detikNews
Ilustrasi (dok. detikcom)
Surabaya - Korban mercon dan kembang api yang dirujuk ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya selama ramadan dan lebaran 2013 ini mengalami kenaikan 100 persen. Bahkan ada anak yang berusia 5 tahun harus merenggang nyawa.

"Sampai hari ini (H+2), korban sebanyak 26 orang. Kalau tahun kemarin 11 orang," ujar dr Urip Murtedjo Sp.B.KL, Jumat (9/8/2013).

Kepala IRD RSU dr Seotomo ini mengatakan, dari jumlah korban tersebut, sekitar 70 persen harus diamputasi bagian tubuhnya yang terkena ledakan mercon maupun kembang api.

Bahkan, ada 1 anak berusia sekitar 5 tahun, berasal dari Krian Kabupaten Sidoarjo, meninggal dunia, karena mengalami luka bakar terkena kembang api.

"1 korban meninggal dunia. Ada yang diamputasi tapi tidak seluruhnya. Ada yang bagian jarinya, ujung jarinya, tangan dan kaki. Juga ada yang terkena matanya dan mengalami luka bakar," tuturnya.

Urip mengaku miris dengan masyarakat yang tetap menyalakan mercon maupun kembang api, hingga menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

"Saya sedih kenapa masih ada masyarakat yang membakar rupiah (menyulut mercon dan kembang api). Lebih baik kan uangnya digunakan untuk yang bermanfaat," katanya.

Dari 26 korban ledakan mercon dan kembang api, kebanyakan berasal dari luar Surabaya seperti Sidoarjo, Pasuruan maupun dari Madura. Sedangkan korban yang berasal dari Surabaya, ada 5 orang.

"Terakhir kemarin pukul 24.00 WIB, anak berusia 10 tahun warga Kedinding Surabaya. Wajahnya luka bakar terkena kembang api," ujarnya, sambil menambahkan, petugas medis RSU dr Soetomo memberikan perawatan dan pelayanan yang prima kepada korban.

"Prinsipnya jangan ada kotoran di lukanya," jelasnya.

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/rvk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%