Detik.com News
Detik.com
Kamis, 08/08/2013 17:12 WIB

Lebaran, 8 Napi Rutan Kebonwaru Bandung Hirup Udara Bebas

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung, - Sebanyak 521 narapidana di Rumah Tahanan Kebonwaru Bandung mendapatkan potongan masa tahanan atau remisi khusus di Hari Raya Idul Fitri 2434 H tahun 2013 ini. Delapan diantaranya bahkan langsung bebas.

"Total warga binaan atau penghuni rutan baik tahanan maupun napi di Rutan Kebonwaru ini berjumlah 1.402 orang. Yang mendapatkan remisi ada sebanyak 521 orang napi," ujar Kepala seksi Pelayanan Tahanan Budiman kepada wartawan di Rutan Kebonwaru, Jalan Jakarta, Kamis (8/8/2013).

Para narapidana yang langsung bebas di hari Idul Fitri ini bisa langsung merayakan Lebaran bersama dengan keluarganya. Sementara bagi para napi dan tahanan lainnya, harus puas dengan kunjungan keluarga yang dibuka sejak pukul 09.00 Wib sampai pukul 16.00 WIB.

"Layanan besuk dibuka selama 4 hari," katanya.

Pengamanan untuk kunjungan di Rutan Kebonwaru ini dibantu oleh korem TNI AD, Polsekta Kiaracondong, Polrestabes bidang objek vital.

Pada hari pertama layanan besok, Budiman memperkirakan ada sekitar 400 orang warga yang datang mengunjungi keluarga atau kerabatnya.

Pihak rutan pun telah menyiapkan tenda khusus untuk kunjungan warga binaan. Para pengunjung pun dihibur dengan acara musik.

"Diharapkan selama besuk Lebaran ini para pengunjung dapat bersabar sesuai nomor antrean," tutupnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%