Detik.com News
Detik.com
Kamis, 08/08/2013 11:14 WIB

Korban Pembunuhan Sadis Sisca Yofie Dimakamkan

Tya Eka Yulianti - detikNews
Korban Pembunuhan Sadis Sisca Yofie Dimakamkan Sisca
Jakarta - Franceisca Yofie (34) dimakamkan hari ini di pemakaman Bandung, Jawa Barat. Sisca menjadi korban pembunuhan sadis oleh dua pria.

Dari informasi yang didapat, jenazah Sisca sudah dibawa dari Rumah Duka Yayasan Dana Sosial Priangan, Jalan Nana Rohana No 37 ke pemakaman Pandu, Kamis (8/8/2013).

"Jenazah sudah berangkat ke pemakaman Pandu," kata petugas rumah duka saat dihubungi pukul 10.45 WIB.

Penganiayaan yang menyebabkan Sisca terbunuh terjadi pada Selasa (6/8). Dua pelaku yang sudah mengikuti Sisca langsung menyeretnya dengan motor dari depan rumah kos di Jalan Setra Indah Utara, Bandung.

Korban diseret ke dekat lapangan Abra, Jalan Cipedes, Sukajadi. Akibatnya korban mengalami luka lecet di sekujur tubuh. Selain itu korban juga dibacok di bagian kepala dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Polisi sudah meminta keterangan 10 orang saksi terkait pembunuhan sadis ini. Para saksi yaitu warga yang melihat korban diseret, keluarga dan teman Sisca.

Selain itu BlackBerry milik Sisca ikut diperiksa untuk menelusuri komunikasi yang dilakukan Sisca sebelum kejadian terjadi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%