Detik.com News
Detik.com
Rabu, 07/08/2013 17:30 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Diseret Selama 10 Menit, Celana Sisca Sampai Terlepas

Tya Eka Yulianti - detikNews
Diseret Selama 10 Menit, Celana Sisca Sampai Terlepas Foto: Sisca Yofie (akun facebook)
Bandung - Korban pembunuhan sadis, Franciesca Yofie (34) atau Sisca diseret sejauh 1 kilometer di atas Jalan Cipedes Tengah pada Senin (5/8/2013) malam. Selama sekitar 10 menit lamanya, korban terseret-seret bahkan hingga celana yang digunakannya terlepas.

Hal itu disampaikan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Rabu (7/8/2013).

"Korban terlihat di CCTV pukul 18.11 WIB. Ia diseret dari depan kosnya ke arah bawah. Dan ditemukan oleh warga di jalan di bawah sekitar 1 kilometer dari kos sekitar pukul 18.30 WIB. Sekitar 10 menit lah dia diseret," ujar Sutarno.

Ia mengatakan, Sisca diseret menggunakan motor dengan kecepatan yang cukup tinggi. "Saat diseret, kondisinya menelungkup sehingga luka ada di bagian depan. Celana yang digunakan sampai terlepas," katanya.

Saat Sisca tengah diseret, Sutarno mengatakan, ada sejumlah warga yang melihatnya, namun saat itu mereka tak yakin jika yang diseret adalah orang. "Ada 4 saksi, mereka mengaku melihat sesuatu ditarik motor, tapi tidak memperhatikan benda apa yang ditarik itu. Ada yang bilang boneka," tutur Sutarno.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%