detikcom
Rabu, 07/08/2013 16:30 WIB

Istri Sebut Ipda Anumerta Dwiyatna Sosok Bertanggung Jawab

Rina Atriana - detikNews
Keluarga Ipda Dwiyatna
Jakarta - Tak ada yang menyangka jika Ipda Anumerta Dwiyatna harus menghembuskan nafas terakhirnya dengan ditembus timah panas. Sang istri Warsih menyebut, semasa hidup Dwiyatna adalah orang yang bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Warsih usai mengikuti prosesi pemakaman suaminya, di TPU Pamulang Barat, Pamulang, Rabu (7/8/2013). Dwiyatna juga dikenal sebagai pria yang tak pernah memiliki masalah dengan orang lain.

"Saya minta doa restu dan minta agar almarhum diampuni dosanya. Bapak itu baik, tanggung jawab, nggak pernah nyeritain teman-temannya, selalu yang baik-baik yang diceritain," tutur Warsih diiringi isak tangis.

Warsih menuturkan, pada Selasa (6/8) malam, Dwi memintnya untuk menyiapkan zakat fitrah untuk saudara dan juga tetangga. Selain itu tak ada firasat lain terkait pria yang bertugas di Binmas Polsek Cilandak itu.

"Pagi saya bangunin jam 3.00, katanya masih ngantuk. Pas bangun saya buatkan kopi, terus bapak berangkat," tuturnya.

Warsih mengatakan, pertama kali mengetahui berita meninggalnya Dwi dari saudaranya melalui sambungan telepon.

Aiptu Dwiyatna ditembak oleh orang tak dikenal, Rabu (7/8) pagi. Sempat dibawa ke rumah sakit Sari Asih, nyawa petugas polsek Cilandak itu akhirnya tak tertolong karena mengalami luka tembak di bagian kepala.

Aiptu Dwiyatna kemudian mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat diatasnya menjadi Ipda Anumerta Dwiyatna. Pemberian gelar ini langsung diberikan oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rna/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%