Rabu, 07/08/2013 14:01 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Penuh Dendam, Ini Kata-kata Sisca dalam Akun Facebook-nya

Tya Eka Yulianti - detikNews
Foto: Sisca Yofie (akun facebook)
Bandung - Dalam akun facebook Franceisca Yofie milik Sisca, korban pembunuhan sadis di Bandung, polisi menangkap adanya unsur dendam yang kuat. Hal itu terbaca dari foto berisi tulisan yang diunggah oleh Sisca dalam akum facebooknya yang bernama Franceisca Yofie.

Franceisca bahkan menjadikan gambar berisi tulisan itu menjadi profile picture akun tersebut. Ada 7 gambar dalam album profile picture Franceisca, yang antara lain isinya:

"Kurang Ajar! Selagi hidupnyapun pernah mengusirmu dan tidak mau melihatmu! Bahkan 2 Minggu sebelum kepulangannya mencurahkan rasa sakit hatinya padamu dan berpesan untuk tidak didatangi makamnya oleh bangsat seperti kau!!! Sekarang lancar berani-beraninya menghadap ke makamnya!! Anj*** Biadab!!!"

Gambar tersebut dijadikan foto profil oleh Sisca pada 30 April lalu.

Isi tulisan gambar lainnya :

"Di hari ke 7 kepulangan ibuku menghadap yang maha kuasa, si anjing biadab datang menabur bunga di makam ibuku yang pernah diseretnya ke kantor polisi!! Tradisi etnis kami, tak seorang pun diperkenankan menghadap atau menabur bunga ke makam orang tsb bila orang itu pernah menaruh luka sakit dihatinya! Karena akan mengeluarkan bau bangkai dirumah, dan akan mendatangkan petaka pada yang ditinggalkannya. Pantas bau bangkai dirumah tercium menyengat! Dendamku tak akan aku hapus sampai ke liang lahatku!! Gambar tersebut diunggah 29 April 2013.

Selain dua gambar tersebut, gambar lainnya seolah menunjukkan jika Sisca memiliki dendam terhadap seseorang. Namun tak jelas apakah itu yang membuatnya menjadi korban pembunuhan keji pada Senin (5/8/2013) malam di Jalan Cipedes Tengah.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
100%
Kontra
0%