Detik.com News
Detik.com

Rabu, 07/08/2013 13:53 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Polisi Cari Petunjuk Lewat Akun Facebook Sisca

Tya Eka Yulianti - detikNews
Polisi Cari Petunjuk Lewat Akun Facebook Sisca Foto: Sisca Yofie (akun facebook)
Bandung, - Pembunuhan sadis Franceisca Yofie di Bandung masih menjadi misteri. Untuk mencari petunjuk, polisi pun menelusuri akun media sosial yang digunakan Sisca.

"Nama korban Franceisca Yofie, usia 34 tahun, pekerjaan karyawan swasta," ujar Kanitreskrim Polsek Sukajadi Iptu Tri Wahyudhi.

Berdasarkan penelusuran, ada dua akun facebook yang diduga digunakan Sisca yaitu yang bernama Franceisca Sisca Yofie dan Franceisca Yofie.

Pada akun bernama Franceisca Sisca Yofie, terlihat Sisca mengunggah sejumlah foto-foto cantik dirinya. Dalam foto-foto itu kini diisi ucapan belasungkawa dari teman-teman Sisca.

Sementara pada akun Franceisca Yofie, terlihat foto yang diunggah kebanyakan berupa gambar berisi tulisan-tulisan.

Isi tulisan-tulisan pada akun ini seolah menggambarkan perasaan Sisca yang berisi kemarahan dan dendam mendalam terhadap seseorang.

"Ya, termasuk dari facebook itu juga kita dalami," katanya.

Dari dua akun tersebut, ada satu foto yang seolah menunjukkan keduanya digunakan oleh Sisca. Yaitu adanya foto peti mati putih yang sama di kedua akun tersebut.

Pada akun Franceisca Sisca Yofie terlihat foto dirinya tengah memeluk peti tersebut. Sementara di akun lainnya hanya diunggah foto peti putih tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%