Detik.com News
Detik.com
Rabu, 07/08/2013 05:27 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Akun Twitter dan Facebook Milik Sisca Sudah Lama Tidak Update

Rachmadin Ismail - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 5 Next »
Akun Twitter dan Facebook Milik Sisca Sudah Lama Tidak Update - 1
Belum ada keterangan dari pihak keluarga atau polisi soal kemungkinan masalah yang membuat Fransisca Yofie atau Sisca dibunuh dengan sadis. Penelusuran di akun media sosialnya pun sepertinya buntu. Sebab sang wanita cantik itu sudah lama tidak meng-update kabar.

Dari informasi sementara, Sisca memiliki akun twitter @sisca_yofie dan akun facebook dengan nama Fransceisca Sisa Yofie. Dua akun itu sudah lama tak aktif.

Di twitter, perempuan 30 tahun yang bekerja sebagai manajer perusahaan leasing mobil di Bandung ini, tak banya berkicau. Terakhir dia nge-tweet, pada tanggal 17 Juli 2011.

Status terakhirnya: "Miss little afgan.... Where are you.. Still life??" dan pada 1 Juli berstatus: "Thanx God,finally I knew after You show me. Learn to be patient is very hard,but show must be go on. "Ohh man,how strong you are...!!"

Untuk akun facebook, Sisca sempat memasang sejumlah foto tentang dirinya saat menjadi model freelance. Ada juga foto ketika sang ibunda meninggal dunia.

Berikut beberapa foto cantik Sisca yang dipasang di Facebook:


Next page :
Pose Model


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%