Detik.com News
Detik.com
Selasa, 06/08/2013 20:24 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Polisi: Dugaan Sementara Pembunuhan Sisca Bermotif Dendam

Avitia Nurmatari - detikNews
Polisi: Dugaan Sementara Pembunuhan Sisca Bermotif Dendam
Bandung - Polisi masih memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pembunuhan terhadap Sisca Yofie (30) di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Dugaan sementara, kasus tersebut berlatar belakang dendam.

"Dugaan sementara motif pembunuhan ini sepertinya karena dendam. Kalau perampokan tidak ada barang yang hilang," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno kepada wartawan, Selasa (6/8/2013).

Menurut Sutarno, pihaknya sudah menyebar anggotanya untuk melakukan pencarian terhadap pelaku. "Selain itu, kita juga masih menggali informasi dari saksi. Beberapa keterangan sudah kita dapat," singkatnya.

Berdasarkan autopsi tim RSHS, korban mengalami luka lecet di sekujur tubuh karena diseret pelaku di jalan beraspal. Selain itu, ada luka terbuka di dahi karena senjata tajam.

Jenazah korban sudah dibawa keluarga dari RSHS. Keluarga enggan bicara. Hingga saat ini, pelaku dan motif pembunuhan perempuan yang bekerja di perusahaan leasing itu belum diketahui. Tak ada barang korban yang hilang.

Sebanyak 8 saksi malam ini diperiksa terkait kasus ini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(avi/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%