Detik.com News
Detik.com
Selasa, 06/08/2013 17:31 WIB

Polda Jabar: H-2, Arus Mudik Via Jalur Selatan Mulai Surut

Sukma Indah Permana - detikNews
Polda Jabar: H-2, Arus Mudik Via Jalur Selatan Mulai Surut Wakapolda Jabar Brigjen Rycko Amelza Daniel (Foto: Sukma IP/detikcom)
Bogor - Kepadatan arus perjalanan mudik di jalur selatan Jawa Barat menjelang Lebaran mulai surut. Sebanyak 4/5 kendaraan pemudik telah meninggalkan kawasan Jabar.

"Hari ini terjadi penurunan kepadatan pemudik, 4/5 kendaraan sudah menuju ke timur," ujar Wakapolda Jabar Brigjen Polisi Rycko Amelza Daniel di Pospol Gadog, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/8/2013).

Dia melaporkan tidak ada kepadatan yang mengakibatkan kendaraan berhenti berjam-jam.

"Ini atas kerjasama anggota Polri, media, masyarakat, dan para pemudik yang semakin tertib mengatur keberangkatan tidak bersama-sama," ulasnya.

Rycko mengatakan polisi telah mengimbau kepada pemudik terutama pengguna sepeda motor untuk berhati-hati.

"Motor tidak didesain jarak jauh, motor harus sehat, pengemudi juga sehat, mengikuti rambu, tidak lebih 4 jam secara terus-menerus, tidak maksa," ujarnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(sip/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%