Detik.com News
Detik.com

Selasa, 06/08/2013 14:07 WIB

Pembunuhan Sadis di Bandung

Jenazah Sisca Dibawa ke Rumah Duka, Keluarga Enggan Bicara

Avitia Nurmatari - detikNews
Jenazah Sisca Dibawa ke Rumah Duka, Keluarga Enggan Bicara Foto: Avitia Nurmatari/detikcom
Bandung - Korban pembunuhan sadis Sisca Yofie (30) sudah selesai diautopsi tim forensik RS Hasan Sadikin Bandung. Korban kemudian dibawa ke Rumah Duka Yayasan Dana Sosial Priangan, Jalan Nana Rohana No 37 Bandung, Selasa (6/7/2013).

Jenazah Sisca ditempatkan di peti berwarna putih, dibawa dengan menggunakan mobil ambulans. Isak tangis sang kakak yang memakai jaket rajut cokelat mengiringi pengangkatan peti jenazah dari kamar mayat hingga ke dalam ambulans.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, keluarga akan menggelar kebaktian di rumah duka tersebut.

Tim forensik RSHS melakukan autopsi kepada Sisca selama 6 jam, mulai pukul 04.00-10.00 WIB. Berdasarkan hasil sementara, korban mengalami luka lecet seluruh tubuh dan mengalami luka terbuka di dahi. Saat ditanya apakah ada dugaan pemerkosaan oleh pelaku terhadap korban, ahli forensik Noorman Heriyadi menyatakan, "Belum tahu, nanti menunggu hasil."

Keluarga enggan dimintai keterangan. Mereka menghindar saat ditanya. Di RSHS, ada 2 perempuan yang diperkirakan kakak dan adik korban dan seorang lelaki. Mereka mengantar kepergian jenazah ke rumah duka.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(avi/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%