Detik.com News
Detik.com
Selasa, 06/08/2013 13:27 WIB

Rambut dan Darah Mengering, Sisa-sisa Pembunuhan Sadis Sisca

Avitia Nurmatari - detikNews
Rambut dan Darah Mengering, Sisa-sisa Pembunuhan Sadis Sisca
Bandung - Sisa-sisa pembunuhan sadis terhadap Sisca Yofie (30) masih terlihat di Jl Cipedes, Sukajadi, Bandung. Ada rambut dan darah yang mengering. Polisi langsung 'mengamankannya'.

Jejak pembunuhan itu ditemukan saat polisi menggelar olah TKP ulang, Selasa (6/8/2013). Beberapa helai rambut korban menempel di jalan beraspal sekitar lapangan Jl Cipedes. Di dekatnya ada darah mengering.

Menurut keterangan polisi, Sisca diseret pelaku dari tempat kosnya sejauh 1 km. Sementara, saksi mata menyebut korban juga dijambak dan dibacok. Pelaku yang berjumlah 2 orang mengendarai motor Suzuki Satria.

Sebelum mengakhiri olah TKP, polisi menutup rambut dan darah mengering itu dengan tanah. Kapolsek Sukajadi AKP Sumimen mengaku belum bisa menduga-duga siapa pelaku dana atau motif di balik pembunuhan sadis itu. "Kami belum tahu," katanya di lokasi.

Berdasarkan hasil autopsi tim medis RSHS, Sisca mengalami luka lecet di sekujur tubuh. Di dahinya ada luka terbuka akibat senjata tajam. Korban meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Hingga saat ini, polisi masih memeriksa saksi-saksi. Tak dirinci berapa jumlah saksi, tapi dipastikan ada salah satu rekan kerja korban yang ikut diperiksa. Keterangan saksi-saksi masih didalami.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(avi/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%