detikcom
Selasa, 06/08/2013 07:58 WIB

Kronologi Pembunuhan Sadis Sisca Yofie di Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 3
Lokasi ditemukannya Sisca Yofie (Foto: Baban G/detikcom)
Bandung, - Wanita berparas cantik, Sisca Yofie (30), tewas usai dibunuh dengan cara sadis oleh dua pria misterius bermotor di Bandung. Salah satu pelaku menjambak dan menyeret tubuh Sisca sewaktu motor melaju kencang.

Di tempat yang sepi lalu lalang warga, pelaku membacok kepala Sisca tiga kali. Sisca sekarat di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (5/8/2013).

Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Aksi brutal tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

Berikut kronologi insiden berdarah tersebut berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan polisi.


Pukul 18.15 WIB

Sisca diperkirakan tiba di depan luar rumah milik Sinurat di Jalan Setra Indah Utara. Salah satu ruangan besar di rumah itu sudah 1,5 tahun terakhir dipakai Sisca untuk indekos.

Sisca memarkirkan mobil dinasnya di gerbang depan luar rumah. Ia turun dari mobil untuk membuka gembok gerbang. Mobilnya belum masuk halaman rumah. Belum diketahui pasti Sisca pulang dari mana.Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%